Mahasiswa Batam Bergerak: Suara Kritis untuk Perubahan Kota

Wajahsiberindonesia.com – puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Kepulauan Riau menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kota Batam. Aksi ini menarik perhatian publik karena menyuarakan berbagai tuntutan yang mencerminkan keresahan masyarakat terhadap isu-isu penting di kota tersebut.

Isu-Issue Krusial yang Diangkat

Aksi tersebut disambut langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, SE, dan Ketua Komisi III, Muhammad Rudi, ST, serta Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Dalam orasi yang penuh semangat, mahasiswa menyampaikan sebelas isu utama, di antaranya:

  • Penanganan banjir yang belum tuntas
  • Pengelolaan sampah yang tidak efektif
  • Pengaturan parkir yang semrawut
  • Penolakan terhadap pasal bermasalah dalam RKUHAP
  • Tindakan represif aparat saat aksi demonstrasi
  • Ketidakmerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Masalah guru honorer
  • Mafia pangan
  • Infrastruktur dan dampak dump truck/kontainer
  • Isu agraria di Kampung Tua Melayu Tanjung Uma
  • Kelayakan Batam sebagai kota ramah anak

Respons Wali Kota Batam

Wali Kota Amsakar Achmad menanggapi dengan penjelasan menyeluruh tentang tantangan yang dihadapi pemerintah kota. Ia mengakui bahwa masalah sampah adalah tantangan umum bagi banyak kota besar di Indonesia dan menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat.

Langkah-Langkah Strategis:

  • Penambahan satu unit bulldozer untuk memperkuat operasional TPA
  • Pengadaan 14 mobil pengangkut sampah dan 90 bin kontainer
  • Pembentukan tiga UPT pengelolaan sampah

Pada tahun 2026, Pemko Batam berencana menambah 133 bin kontainer dan 40 unit kendaraan pengangkut, serta menghadirkan tiga unit incinerator untuk pengolahan sampah.

Dukungan dari Legislator

Legislator dari Komisi II dan III DPRD Batam menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi mahasiswa melalui forum resmi. Setelah dialog yang berlangsung lebih dari dua jam, mahasiswa mengungkapkan apresiasi atas keterbukaan pemerintah, namun tetap menegaskan komitmen untuk mengawasi jalannya pembangunan di Kota Batam.

Muryadi, sebagai koordinator aksi, menutup dengan pernyataan tegas: “Jika tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, kami akan kembali turun ke jalan.” Suara mahasiswa ini jelas akan terus menggema dalam perjuangan untuk Batam yang lebih baik.