Wajahsiberindonesia.com, Batam – Sekretariat DPRD Kota Batam merencanakan pembangunan pagar di area kantor DPRD dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,6 miliar pada tahun berjalan. Proyek tersebut dirancang untuk dilaksanakan secara bertahap (multi years) dengan estimasi total kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp6 miliar.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Batam, proyek ini tercatat dengan kode tender 10122297000. Paket pekerjaan tersebut diberi nama Belanja Modal Pagar (Belanja Pagar Gedung Kantor) yang berada di bawah kewenangan Sekretariat DPRD Kota Batam.
Dalam dokumen perencanaan, kegiatan ini bersumber dari APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu sebesar Rp2.600.000.000. Sementara itu, nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ditetapkan sebesar Rp2.585.782.400.
Menanggapi rencana tersebut, Sekretaris DPRD Kota Batam, Ridwan Afandi, menyampaikan bahwa proses pengadaan saat ini masih berada di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Pemerintah Kota Batam.
“Masih di BPBJ. Prosesnya belum sampai ke saya, belum ada laporan,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Ridwan menjelaskan, seluruh tahapan pengadaan telah diserahkan kepada BPBJ, termasuk mekanisme lelang hingga penetapan pemenang. Ia mengaku belum menerima informasi detail terkait peserta maupun hasil lelang.
“Kalau terkait teknis penunjukan pemenang lelang, bisa dikonfirmasi ke BPBJ atau panitia lelangnya,” tambahnya.
Ia juga memaparkan bahwa proses lelang masih berjalan sesuai tahapan yang berlaku. Setelah penetapan pemenang, akan terdapat masa sanggah sebelum hasil akhir disampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Setelah lelang biasanya ada pemenang, lalu masa sanggah. Setelah itu baru dilaporkan ke PPK. Saat ini prosesnya belum sampai ke saya,” jelasnya.
Terkait desain pagar, Ridwan menyebutkan bahwa gambar perencanaan telah disiapkan oleh konsultan perencana. Desain tersebut disebut menyerupai pagar yang ada di kawasan Masjid Agung Batam.
“Gambarnya sudah dari konsultan. Modelnya hampir sama seperti pagar Masjid Agung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan pagar tersebut tidak akan selesai dalam satu tahun anggaran, melainkan direncanakan menggunakan skema tahun jamak (multi years).
“Pembangunan pagar tahun ini Rp2,6 miliar dan ini multi year, dengan perkiraan total anggaran sekitar Rp6 miliar,” tutupnya.







