Wajahsiberindonesia.com, BATAM — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) V KAHMI Batam 2026 mendapat sorotan dari salah satu calon presidium, Farhan Furqani, S.H., M.H. Ia meminta Panitia Pelaksana dan Steering Committee (SC) Musda KAHMI Batam menghormati tahapan yang telah berjalan dan diverifikasi sebelumnya.
Farhan menilai perubahan tahapan setelah proses verifikasi berlangsung, termasuk perpanjangan masa pendaftaran yang disebut terjadi menjelang tahapan pencalonan presidium, perlu dijelaskan secara transparan kepada seluruh peserta Musda.
Menurutnya, keterbukaan data peserta menjadi bagian penting untuk memastikan proses Musda berjalan demokratis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Farhan: Jangan Ubah Mekanisme Seenaknya
Farhan mengecam langkah Panitia dan SC yang menurutnya mengubah tahapan yang sebelumnya telah disepakati.
“Saya katakan dengan tegas: hentikan akal-akalan. Jangan rusak mekanisme yang sudah disepakati. Verifikasi sudah berjalan, data peserta harus sudah dibuka. Tiba-tiba diubah dengan perpanjangan. Itu tidak profesional dan mencederai aturan,” tegas Farhan, Sabtu (12/9/2026) di Batam.
Ia menegaskan, KAHMI merupakan organisasi yang memiliki aturan dan mekanisme internal yang harus dihormati seluruh pihak, termasuk Panitia maupun SC.
“KAHMI bukan organisasi yang bisa dipelintir seenaknya. Ada AD/ART, ada tata tertib. Kalau hari ini kita diam, besok Musda bisa dibajak,” ujarnya.
Karena itu, Farhan meminta Panitia dan SC kembali berpedoman pada tahapan yang telah ditetapkan dan diverifikasi sebelumnya.
“Saya desak Panitia dan SC untuk kembali ke tahapan awal yang sudah diverifikasi. Jalankan sesuai aturan, jangan buat gaduh dan jangan nodai marwah KAHMI Batam,” katanya.
Minta Proses Musda Transparan dan Jurdil
Farhan juga menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh tahapan Musda V KAHMI Batam hingga selesai.
Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan tidak terjadi intervensi maupun perubahan aturan secara sepihak yang dapat memengaruhi proses pemilihan presidium.
“Kami tidak akan diam. Kami jaga forum ini sampai selesai dengan jurdil,” pungkasnya.
Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurut Farhan, Musda bukan sekadar momentum memilih kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi ujian terhadap komitmen KAHMI Batam dalam menjaga demokrasi internal, integritas organisasi, serta marwah kader.
Panitia dan SC Belum Memberikan Tanggapan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Ketua Panitia maupun Steering Committee (SC) Musda V KAHMI Batam terkait kritik dan permintaan yang disampaikan Farhan Furqani.
Konfirmasi dari pihak Panitia dan SC diperlukan untuk memberikan penjelasan mengenai alasan perubahan atau perpanjangan tahapan serta status verifikasi dan data peserta Musda.
Dengan demikian, seluruh pihak diharapkan dapat memperoleh informasi yang utuh dan proses Musda V KAHMI Batam tetap berjalan sesuai aturan organisasi, transparan, demokratis, dan menjunjung prinsip jurdil.

