IKA Unand Kepri Konsolidasikan Potensi Alumni lewat Forum Bisnis di Batam

Wajahsiberindonesia.com, Batam- Forum Bisnis Alumni Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) Kepulauan Riau kembali digelar sebagai wadah memperkuat kolaborasi dan jejaring usaha antaralumni. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di Kantor Utama Jotun KDA, Batam Center.

Acara tersebut dihadiri oleh alumni lintas angkatan dengan latar belakang jurusan dan keahlian yang beragam. Kehadiran para alumni dari berbagai sektor usaha dan profesi mencerminkan besarnya potensi sumber daya manusia Universitas Andalas yang kini berkiprah di Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya, Ketua IKA Unand Kepri, Dr.c. Hendri, S.Si., M.E., menegaskan pentingnya penyelenggaraan kegiatan forum bisnis alumni secara berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antarpebisnis alumni Unand di Kepri dapat melahirkan lapangan pekerjaan baru yang berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi alumni tidak hanya memberi manfaat bagi internal organisasi, tetapi turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Ini menjadi bukti nyata keberadaan dan kontribusi alumni Universitas Andalas di Kepulauan Riau,” ujarnya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Anggota DPRD Kota Batam, Ir. Suryanto, yang juga merupakan alumni IKA Unand Kepri. Selain berkiprah di dunia politik, Ir. Suryanto dikenal sebagai pengusaha developer yang aktif di Batam.

Dalam paparannya, Ir. Suryanto menyampaikan bahwa Batam hingga saat ini masih kekurangan jumlah pengusaha lokal. Ia mengungkapkan bahwa progres investasi di Batam terus meningkat setiap tahunnya, namun sebagian besar masih didominasi oleh investor luar dengan skala besar.

Menurutnya, peluang usaha di Batam tidak hanya terbatas pada investasi besar, tetapi juga mencakup sektor-sektor kebutuhan dasar masyarakat. “Mulai dari tempat tinggal hingga berbagai kebutuhan lainnya, masih banyak yang belum kita garap. Di sinilah peran kita sebagai pengusaha lokal untuk memanfaatkannya,” tegasnya.

Memasuki sesi inti, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan dialog antaralumni yang berlangsung interaktif. Salah satu narasumber, Sahat Manik, SE., Ak., menekankan pentingnya alumni untuk terjun ke dunia usaha dan tidak semata-mata mengandalkan pekerjaan formal.

Ia mengingatkan bahwa masa kerja seseorang memiliki batas usia, sementara dunia bisnis tidak mengenal masa pensiun. Selain itu, Sahat Manik juga menegaskan pentingnya sinergi antaralumni dari berbagai keahlian agar peluang besar yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal melalui jejaring alumni.

Sesi tambahan disampaikan oleh Robby Tasniem, SE., alumni Universitas Andalas sekaligus pengusaha cat ternama di Batam melalui merek Jotun. Ia memaparkan pentingnya berbisnis dengan melihat apa yang bisa digarap, memanfaatkan peluang yang ada, serta mengoptimalkan relasi alumni sebagai kekuatan bersama.

Robby Tasniem juga mendorong generasi muda, khususnya alumni yang baru lulus dan menetap di Batam serta Kepulauan Riau, untuk lebih jeli membaca peluang usaha dan membuka ruang kolaborasi. Secara keseluruhan, forum bisnis ini bertujuan memperluas relasi, menambah wawasan bisnis, serta membangun sinergi nyata antaralumni demi penguatan ekonomi daerah.