Wajahsiberindonesia.com, BATAM – Komitmen PLN Batam dalam mendukung transformasi ekonomi digital kembali diwujudkan melalui penyediaan pasokan listrik sebesar 690 MVA bagi proyek Altiva Datacenter di Kawasan Nongsa, Batam. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) yang akan mulai direalisasikan secara bertahap pada tahun 2027.
Proyek Altiva Datacenter dirancang berkembang hingga mencapai kapasitas kawasan sekitar 700 MVA dan menjadi salah satu pusat data terbesar di Batam. Kehadiran proyek ini diyakini akan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan strategis investasi digital di Indonesia.
Penandatanganan kerja sama turut disaksikan Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam ex officio, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, jajaran BP Batam, Komisaris dan Direksi PLN Batam, serta Direksi PT Altiva Identity Datacenter.
Amsakar menilai masuknya investasi tersebut merupakan indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam yang memiliki keunggulan geografis, konektivitas internasional, serta dukungan pemerintah dalam mempercepat perizinan investasi.
Direktur Utama PLN Batam menyampaikan bahwa perusahaan akan terus menjaga keandalan sistem kelistrikan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri digital yang terus tumbuh. Menurutnya, ketersediaan energi yang stabil merupakan salah satu syarat utama bagi keberhasilan investasi pusat data.
Direktur PT Altiva Identity Datacenter, Edi Haryanto, mengatakan pihaknya optimistis proyek tersebut akan memperkuat ekosistem digital nasional sekaligus mendorong Batam menjadi salah satu pusat infrastruktur data dan teknologi terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Kolaborasi strategis antara PLN Batam, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, dan sektor swasta diharapkan mampu mempercepat lahirnya Batam sebagai hub ekonomi digital yang berdaya saing global.

