Wajah Buruk” Lintas Sumatera: Sampah Kepung Trotoar Pajak Lama Bagan Batu, Pemerintah Dituding Tutup Mata!

Senin,19 Januari 2026
​BAGAN BATU – Pemandangan ironis tersaji di jantung Kota Bagan Batu. Di saat kota-kota lain berlomba mempercantik tata ruang, trotoar di depan Pajak Lama justru berubah fungsi menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) dadakan. Tumpukan sampah yang membusuk dan berserakan hingga ke badan jalan kini menjadi “suguhan” utama bagi siapa saja yang melintas di Jalan Lintas Sumatera tersebut.

​Kondisi ini tak hanya menciptakan pemandangan kumuh yang mencoreng wajah kota, tetapi juga menebar aroma menyengat yang menusuk hidung pengguna jalan. Tumpukan limbah rumah tangga dan pasar ini dinilai sangat tidak manusiawi dan berpotensi menjadi bom waktu penyebaran penyakit bagi warga sekitar.

Saling Lempar Tanggung Jawab?
​Polemik sampah ini seolah menjadi benang kusut yang tak kunjung terurai. Di satu sisi, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya memang masih rendah. Namun di sisi lain, publik menilai pemerintah—mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten—terkesan “tutup mata” dan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran yang terjadi di depan mata mereka.
​Penanganan dari dinas terkait dianggap setengah hati.

Absennya solusi konkret membuat lokasi strategis ini terus-menerus menjadi langganan tumpukan sampah, seolah tidak ada sistem pengelolaan kebersihan yang berjalan.
​Teriakan Warga: “Ini Lagu Lama!”
​Kekecewaan masyarakat pun memuncak. Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, mengaku muak dengan kondisi yang terjadi berulang-ulang dari tahun ke tahun tanpa perubahan berarti.

“Jujur kami kesal. Ini bukan kejadian baru, tapi lagu lama yang terus diulang. Tiap tahun begini, sampah menumpuk sampai ke jalan, bau busuk ke mana-mana. Mana tanggung jawab pemerintah? Kesannya dibiarkan saja jadi penyakit,” ungkapnya dengan nada tinggi, Senin (19/01/2026).
​Sumber tersebut menegaskan, sebagai jalur Lintas Sumatera yang ramai dilalui kendaraan antar-provinsi, kondisi ini sangat memalukan.

“Ini jalan lintas, orang dari mana-mana lewat sini. Apa tidak malu citra Bagan Batu jadi jelek cuma gara-gara urus sampah saja tidak becus?” tambahnya.
​Butuh Solusi, Bukan Sekadar Janji
​Masyarakat mendesak adanya langkah revolusioner dari pemerintah. Penanganan sampah di Bagan Batu tidak bisa lagi hanya mengandalkan himbauan, melainkan butuh infrastruktur kebersihan yang memadai dan penegakan aturan yang tegas.
​Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, pihak Kecamatan, hingga Desa sangat dinantikan untuk segera membersihkan “wajah” kota ini agar kembali bersih, indah, dan sehat. Warga berharap pemerintah tidak lagi alergi kritik, melainkan turun tangan membereskan kekacauan ini sebelum wabah penyakit benar-benar menyerang.

__Wajahsiberindonesia.com__
(Kristofel Sinurat)